NAMA:
RATNA SARI DEWI
KELAS:
BKI / 3.C
TUGAS:
KESEHATAN MENTAL
1.
Apa
yang menjadikan kamu bisa menyesuikan diri ???
Penyebab
saya bisa menyesuaikan diri adalah yang paling utama faktor dari diri sendiri,
yaitu saya mampu bergaul dengan teman-teman di lingkungan tempat saya tingggal
maupun di lingkungan mayarakat sosial lainnya secara baik. Saya tipe orang yang
terbuka dan humoris, dan saya rasa itulah yang memudahkan saya dalam
berinteraksi dengan sesama sampai saat sekarang ini. Selain itu, saya orangnya
juga mudah dalam beradaptasi dengan masyarakat banyak. Walaupun saya bertemu
dengan orang yang baru, saya tidak merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri
dengan orang tersebut dengan kepribadian terbuka yang saya miliki. Contohnya
saja waktu saya kuliah dan tinggal di kos-kosan. Otomatis semua yang kita lihat
itu suasana yang baru ada terasa asing. Tapi, alhamdulillah saya bisa
menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan khususnya dengan teman-teman yang baru maupun dalam
lingkungan tempat saya ngekos atau tinggal, karena sebelumnya saya sudah
mempersiapkan diri saya dan mempersiapkan mental saya untuk menghadapi suasana
yang baru atau lingkungan yang baru tersebut. Dengan demikian, adaptasi yang
saya lakukan terasa tidak sulit bagi saya pribadi. Selain itu, kita juga harus
memiliki bahasa yang baik, ramah dan sopan santun dalam menyesuikan diri dengan
orang baru atau lingkungan sekitar. Menurut saya, itulah hal yang mempermudah
kita khususnya saya pribadi dalam menyesuikan diri atau beradaptasi dengan
masyarakat banyak maupun di lingkungan tempat kita tinggal.
2.
Apa
yang menyebabkan kamu sampai saat sekarang ini tidak bisa menyesuikan diri???
Penyebab
saya tidak bisa menyesuaikan diri sampai saat ini adalah apabila saya mendengar
kebisingan atau keributan pada saat saya belajar maupun pada saat saya shalat.
Saya sudah mencoba untuk menyesuikan diri pada saat saya shalat atau pun saat
belajar dengan adanya kebisingan atau keributan tersebut, tetapi saya tidak
mampu untuk menyesuaikan diri dalam keadaan yang demikian. Saya merasa
terganggu sekali dengan adanya kebisingan atau keributan tersebut, dan otomatis
saya menjadi tidak fokus lagi dalam belajar. Apa lagi pada saat shalat, saya
merasa tidak khusyuk lagi pada saat saya sedang melaksanakan shalat. Saya
merasa sangat terganggu dan tidak nyaman, otomatis hal itulah yang menyebabkan
saya sampai saat ini tidak bisa untuk menyesuaikan diri. Contohnya saja apabila
saat itu saya sedang belajar dan orang-orang yang ada disekitar saya ribut,
pasti saya tidak bisa belajar dengan tenang dan nyaman. Saya berpikir lebih
baik saya tidur dan bangun pada saat tengah malam untuk belajar waktu
orang-orang itu sudah tertidur lelap. Dengan demikian saya bisa lebih terfokus
lagi untuk belajar. Dan saya juga pernah menegur teman-teman kos saya yang lagi
ribut pada saat saya shalat maghrib, hingga shalat saya terganggu.
3.
Apa
yang kamu lihat disekitar lingkungan mu tentang adjustment dan maladjustment???
Menurut
saya, adjustment atau kemampuan
menyesuaikan diri yang saya lihat di lingkungan tempat saya tinggal itu sudah
cukup baik. Karena orang-orang yang ada di sekitar saya memilki pribadi yang
sangat terbuka walaupun itu tidak semua orang. Tetapi, mereka sudah mampu
beradaptasi terhadap orang-orang sekitar maupun orang-orang yang baru mereka
kenal dengan baik. Syukur alhamdulillah, di lingkungan tempat saya tinggal
masyarakatnya memiliki pribadi yang terbuka yang memudahkan saya untuk
melakukan adjustment.
Sedangkan
maladjustment atau tidak bisa
menyesuaikan diri, menurut pendapat saya: kalau saya lihat dari lingkungan
tempat saya tinggal, orang-orang yang maladjustment itu orang yang
memiliki pribadi yang tertutup, kurangnya percaya diri dan lain-lainnya.
Contohnya: sepupu saya yang memiliki pribadi yang tetutup dan kaku yang
mengakibatkan kurangya rasa percaya diri yang dia miliki. Dia tidak mampu untuk
bersosialisi atau berdaptasi dengan lingkungan sekitarnya secara baik. Karena
ia tidak banyak bicara atau pendiam dan dia pun selalu menyendiri. Jadi, dalam
bergaul dia tidak memiliki banyak teman karena ia sulit untuk menyesuaikan diri
dengan masyarakat atau lingkungan tempat ia tinggal.