Rabu, 29 Oktober 2014

Psikoterapi Islam




NAMA           :           RATNA SARI DEWI
KELAS          :           BKI/3C
MAKUL         :           PSIKOTERAPI ISLAM
Soal
Apa-apa saja yang dapat menghindari godaan syetan ???

Jawab:
Menurut pendapat saya, yang dapat menghindarkan manusia dari godaan syetan itu adalah:
1)    Kita harus meyakini adanya Allah SWT. dengan demikian, akan timbullah rasa keberanian yang amat besar dalam diri kita. Contohnya: si rika sedang ada dirumahnya sendirian, rumahnya tersebut sangat jauh dari pemukiman masyarakat-masyarakat yang lainnya. Orang-orang yang datang kerumahnya merasa ketakutan karena katanya “anker”. Tapi si rika tidak merasakan hal yang demikian, karena ia memilki keberanian dengan meyakini adanya Allah SWT. dengan ia memiliki keberanian karena Allah itu, syetan-syetan terse6but tidaka akan berani lagi untuk menganggu rika.
2)   Mohon perlindungan kepada Allah SWT. kalau kita mau terhindar dari gangguan syetan, kita harus mohon perlindungan kepada Allah, karena Allah maha mendengar dan tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang mohon pertolongannya.
3)     Kita harus memiliki keteguhan iman dan selalu mengingat Allah SWT. syetan-syetan tersebut akan berfikir dua kali untuk mengganggu seseorang yang memilki keteguhan iman karena selalu mengingat Allah.
4)   Wudhu dan Shalat. Dengan kita berwdhu dan shalat, otomatis syetan tersebut tidak bisa lagi untuk mengganggu kita, karena dengan ke dua hal tesebut merupakan hal yang terbesar yang bisa menghindarkan diri kita dari syetan. Contohnya: apabila kita lagi diselimuti oleh kemarahan atau sesuatu hal yang tidak baik yang datangnya dari syetan, maka berwudhu lah dan kemudian laksanakan shalat. Maka kemarahan tadi akan hilang.
5)    Memperbanyak zikir kepada Allah. Seseorang bisa menjaga dirinya terutaman hatinya dari gangguan syetan dengan berzikir kepada Allah SWT. maka syetan akan menjauh dan tidak akan lagi mengganggu kita.

Selasa, 21 Oktober 2014

adjustment dan maladjustment



NAMA: RATNA SARI DEWI
KELAS: BKI / 3.C
TUGAS: KESEHATAN MENTAL

1.    Apa yang menjadikan kamu bisa menyesuikan diri ???
Penyebab saya bisa menyesuaikan diri adalah yang paling utama faktor dari diri sendiri, yaitu saya mampu bergaul dengan teman-teman di lingkungan tempat saya tingggal maupun di lingkungan mayarakat sosial lainnya secara baik. Saya tipe orang yang terbuka dan humoris, dan saya rasa itulah yang memudahkan saya dalam berinteraksi dengan sesama sampai saat sekarang ini. Selain itu, saya orangnya juga mudah dalam beradaptasi dengan masyarakat banyak. Walaupun saya bertemu dengan orang yang baru, saya tidak merasa kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan orang tersebut dengan kepribadian terbuka yang saya miliki. Contohnya saja waktu saya kuliah dan tinggal di kos-kosan. Otomatis semua yang kita lihat itu suasana yang baru ada terasa asing. Tapi, alhamdulillah saya bisa menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan khususnya  dengan teman-teman yang baru maupun dalam lingkungan tempat saya ngekos atau tinggal, karena sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri saya dan mempersiapkan mental saya untuk menghadapi suasana yang baru atau lingkungan yang baru tersebut. Dengan demikian, adaptasi yang saya lakukan terasa tidak sulit bagi saya pribadi. Selain itu, kita juga harus memiliki bahasa yang baik, ramah dan sopan santun dalam menyesuikan diri dengan orang baru atau lingkungan sekitar. Menurut saya, itulah hal yang mempermudah kita khususnya saya pribadi dalam menyesuikan diri atau beradaptasi dengan masyarakat banyak maupun di lingkungan tempat kita tinggal.
2.    Apa yang menyebabkan kamu sampai saat sekarang ini tidak bisa menyesuikan diri???
Penyebab saya tidak bisa menyesuaikan diri sampai saat ini adalah apabila saya mendengar kebisingan atau keributan pada saat saya belajar maupun pada saat saya shalat. Saya sudah mencoba untuk menyesuikan diri pada saat saya shalat atau pun saat belajar dengan adanya kebisingan atau keributan tersebut, tetapi saya tidak mampu untuk menyesuaikan diri dalam keadaan yang demikian. Saya merasa terganggu sekali dengan adanya kebisingan atau keributan tersebut, dan otomatis saya menjadi tidak fokus lagi dalam belajar. Apa lagi pada saat shalat, saya merasa tidak khusyuk lagi pada saat saya sedang melaksanakan shalat. Saya merasa sangat terganggu dan tidak nyaman, otomatis hal itulah yang menyebabkan saya sampai saat ini tidak bisa untuk menyesuaikan diri. Contohnya saja apabila saat itu saya sedang belajar dan orang-orang yang ada disekitar saya ribut, pasti saya tidak bisa belajar dengan tenang dan nyaman. Saya berpikir lebih baik saya tidur dan bangun pada saat tengah malam untuk belajar waktu orang-orang itu sudah tertidur lelap. Dengan demikian saya bisa lebih terfokus lagi untuk belajar. Dan saya juga pernah menegur teman-teman kos saya yang lagi ribut pada saat saya shalat maghrib, hingga shalat saya terganggu.
3.    Apa yang kamu lihat disekitar lingkungan mu tentang adjustment dan maladjustment???
Menurut saya, adjustment atau kemampuan menyesuaikan diri yang saya lihat di lingkungan tempat saya tinggal itu sudah cukup baik. Karena orang-orang yang ada di sekitar saya memilki pribadi yang sangat terbuka walaupun itu tidak semua orang. Tetapi, mereka sudah mampu beradaptasi terhadap orang-orang sekitar maupun orang-orang yang baru mereka kenal dengan baik. Syukur alhamdulillah, di lingkungan tempat saya tinggal masyarakatnya memiliki pribadi yang terbuka yang memudahkan saya untuk melakukan adjustment.
Sedangkan maladjustment atau tidak bisa menyesuaikan diri, menurut pendapat saya: kalau saya lihat dari lingkungan tempat saya tinggal, orang-orang yang maladjustment itu orang yang memiliki pribadi yang tertutup, kurangnya percaya diri dan lain-lainnya. Contohnya: sepupu saya yang memiliki pribadi yang tetutup dan kaku yang mengakibatkan kurangya rasa percaya diri yang dia miliki. Dia tidak mampu untuk bersosialisi atau berdaptasi dengan lingkungan sekitarnya secara baik. Karena ia tidak banyak bicara atau pendiam dan dia pun selalu menyendiri. Jadi, dalam bergaul dia tidak memiliki banyak teman karena ia sulit untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat atau lingkungan tempat ia tinggal.

Selasa, 14 Oktober 2014



1.      Jelaskan antara normal dan tidak normal serta sehat dan tidak sehat dalam kehidupan sehari-hari ?
Jawab:
v  Normal adalah seseorang itu mampu untuk menyesuaikan dirinya sendiri dimana pun dia berada baik itu dilingkungannya maupun dalam kehidupannya sehari-hari. Contohnya: seseorang itu mampu bersosialisai dengan baik dimanapun dia berada, sehingga orang tersebut bisa menyesuiakan kondisinya dimana pun dia berada.
v  Tidak Normal merupakan seseorang yang berprilaku menyimpang dan tidak wajar dari biasanya, sehingga orang tersebut tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Contohnya: leni adalah seorang seorang  yang pendiam, dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik dengan teman maupun dilingkungan tempat ia tinggal, dia selalu menyendiri, sehingga leni itu berprilaku tidak wajar atau menyimpang.
v  Sehat merupakan kondisi mental yang didasari dengan keinginan yang kuat dari dirinya sendiri untuk meraih sesuatu  yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari serta kondisi yang seimbang antara jasmani maupun rohani orang tersebut. Contohnya: andi adalah seorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi andi memiliki keinginan atau rencana untuk menjadi lebih baik, dia mau bekerja keras dan berusaha untuk meraih kesuksesan.
v  Tidak Sehat adalah orang yang memiliki kemampuan, tetapi tidak punya keinginan dan usaha di dalam kehidupannya karena disebabkan kejiwaan orang tersebut terganggu. Contohnya: galang adalah seorang yang memiliki segudang keinginan atau rencana, tetapi dia itu tidak mau berusaha sedikitpun yang disebabkan oleh gangguan kejiwaannya.